Sejarah

Sejarah terbentuknya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura terbentuk pada tahun 1961 di bawah naungan “Yayasan Perguruan Tinggi Maluku”. Yayasan ini kemudian berganti nama menjadi “Yayasan Perguruan Tinggi Maluk dan Irian Barat” pada tahun 1961, dan membuka FKIP dengan 3 jurusan pada 10 September 1961. Pada Agustus 1962, dengan keputusan Presiden RI No. 66 Tahun 1963 oleh Presiden Soekarno yayasan ini menjadi universitas negeri dengan nama Universitas Pattimura, dan FKIP berganti nama menjadi “FKIP Universitas Pattimura” dengan 4 jurusan yaitu: jurusan sejarah, jurusan ekonomi, jurusan bahasa inggris, jurusan ilmu hayat.

Pada Januari 1963, FKIP Universitas Pattimura dijadikan cabang dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta dengan nama IKIP Jakarta Cabang Ambon dan memiliki Dekan Koordinator H. A. Risakotta, M.A. Namun, berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perguruan Tinggi No. 161/1977, pada 1 Januari 1968 IKIP Jakarta Cabang Ambon diintegrasikan kembali ke Universitas Pattimura. Pada tahun 1969, IKIP Jakarta Cabang Ambon dibagi menjadi dua fakultas yaitu Fakultas Keguruan dan Fakultas Ilmu Pendidikan dengan masing-masing dekan. Namun, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 73 Tahun 1982, kedua fakultas tersebut disatukan kembali menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura dengan Dekan Drs. H. M. Soplantila.

Penyesuaian terakhir terhadap program studi Pendidikan Bahasa Inggriis terjadi pada tahun 1984 melalui SK Dirjen Pendidikan Tinggi No 105/DIKTI/Kep/1984 tanggal 21 Agustus 1984, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris secara struktural berada dibawah koordinasi Jurusan Bahasa dan Seni, FKIP-Unpatti.

Pada masa kerusuhan yang terjadi di Provinsi Maluku pada tahun 1999-2004, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris mengalami kemunduran di berbagai aspek, termasuk mutu pembelajaran dan lulusan. Fasilitas pembelajaran seperti ruang kuliah, buku, laboratorium, dan fasilitas penunjang lainnya terbakar. Namun, tindakan konsolidasi dilakukan mulai dari tingkat Universitas sampai ke tingkat Program Studi untuk memperbaiki keadaan.

Saat ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris telah mulai memperbaiki mutu pembelajaran dan lulusan dengan melibatkan stakeholder dalam merancang kurikulum dan fasilitas. Sumber daya dosen ditingkatkan melalui studi lanjut dan keikutsertaan dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi seperti workshop, seminar, dan kursus. Fasilitas pembelajaran juga diperhatikan untuk aspek efisiensi dan efektifitas pembelajaran.

Kedepannya, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris akan melakukan pengembangan sumber daya dosen, jaringan kemitraan, suasana akademik, dan lainnya dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.