Mahasiswa mata kuliah Creative Writing in English Language Education: Drama Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Pattimura memperoleh wawasan baru mengenai dunia penulisan skenario melalui kuliah tamu bertajuk Script to Screen: Writing an Audio-Visual Narrative yang diselenggarakan secara daring pada Kamis, 23 April 2026.
Kegiatan ini menghadirkan praktisi perfilman sekaligus sutradara independen, Vince Lee, yang membagikan pengalaman profesionalnya dalam mengembangkan sebuah cerita hingga menjadi karya audio-visual. Kuliah tamu diselenggarakan sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa dalam mempersiapkan proyek akhir mata kuliah berupa produksi film pendek.
Dalam pemaparannya, Vince Lee menjelaskan bahwa penulisan skenario berbeda dengan penulisan sastra konvensional. Sebuah naskah film harus mampu menjadi blueprint yang memandu seluruh proses produksi, mulai dari tahap development, pre-production, production, hingga post-production. Mahasiswa juga diperkenalkan pada prinsip utama penulisan narasi audio-visual, yaitu show, don’t tell, yang menekankan penyampaian cerita melalui visual, dialog, dan aksi karakter dibandingkan penjelasan naratif.
Selain memahami struktur standar skenario, mahasiswa memperoleh berbagai strategi praktis dalam mengembangkan film pendek dengan sumber daya terbatas (no-budget filmmaking). Materi meliputi penyusunan premis, logline, sinopsis, step outline, hingga perancangan cerita yang fokus pada satu konflik utama, jumlah karakter yang terbatas, dan penggunaan lokasi yang efisien. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menghasilkan karya film yang efektif sekaligus realistis untuk diproduksi dalam lingkungan akademik.
Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik penulisan skenario, tetapi juga diajak mengembangkan cara berpikir sebagai pembuat cerita visual. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dalam menghadirkan pengalaman belajar yang menghubungkan teori dengan praktik industri kreatif sehingga mahasiswa lebih siap menghasilkan karya audio-visual yang berkualitas.


