Sejarah

/Sejarah
Sejarah 2017-09-06T12:59:13+00:00

Sejarah

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris adalah salah satu dari 15 Program Studi yang ada dalam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Univeristas Pattimura. Sejarah berdirinya Universitas Pattimura bermula pada saat beberapa tokoh masyarakat mengambil prakarsa untuk mendirikan suatu lembaga Pendidikan Tinggi di Maluku yang dimulai oleh seorang tokoh pendidikan yaitu Dr. J. B. Sitanala (almarhum). Dr. J. B. Sitanala adalah seorang dokter, tokoh di Maluku yang berjasa dalam bidang kemasyarakatan pada urnumnya dan bidang pendidikan pada khususnya. Prakarsa diambil untuk mewujudkan aspirasi rakyat yang berpartisipasi dalam pembangunan Bangsa dan Negara terutama dalam bidang Pendidikan Tinggi dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan.
Untuk mewujudkan cita-cita yang luhur itu dibentuk suatu Yayasan Perguruan Tinggi Maluku Irian Barat pada tanggal 20 Juli 1955 yang diketuai oleh Cornelis Loppies. Pada tanggal 3 Oktober 1956 Yayasan tersebut berhasil mendirikan Fakultas Hukum, yang kemudian tanggal ditetapkan sebagai hari lahir Universitas Pattimura. Selanjutnya berturut-turut didirikan Fakultas Sosial dan Politik pada tanggal 6 Oktober 1959, dan tanggal 10 September 1961 dibuka Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan.
Sejarah terbentuknya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura berawal pada tahun 1961 dan tidak terlepas dar sebuah Yayasan Swasta yang bernama “Yayasan Perguruan Tinggi Maluku” yang dibentuk pada 20 Juli 1955. Pada tanggal 3 November 1961, yayasan ini diubah namanya menjadi “Yayasan Perguruan Tinggi Maluk dan Irian Barat” dan ketuai oleh Dr. M. Haulussy. Pada 10 September 1961, Yayasan Perguruan Tinggi Maluku membuka Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan nama “FKIP Yayasan Perguruan Tinggi Maluku” dengan 3 Jurusan, masing-masing: jurusan Sejarah, jurusan Ekonomi, dan jurusan Bahasa Inggris.
Pada Agustus 1962 dengan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pendidikan Nomor: 99/62 tanggal 8 Agustus 1962, Yayasan Perguruan Tinggi Maluku-Irian Barat diresmikan menjadi universitas negeri. Tahun 1962 dengan keputusan Presiden RI No. 66 Tahun 1963 oleh Presiden Soekarno diberi nama Universitas Pattimura. Dengan demikian, FKIP yang semula bernaung di bahwa nama “Yayasan Perguruan Tinggi Maluku-Irian Barat” secara resmi menjadi “FKIP Universitas Pattimura” dengan 4 jurusan yaitu: jurusan sejarah, jurusan ekonomi, jurusan bahasa inggris, jurusan ilmu hayat.
Pada Agustus 1964 dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 1 tanggal 3 Januari 1963, FKIP Universitas Pattimura diintegrasikan/ dijadikan cabang dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta sebagai induk, dan kemudian berubah namanya atau dikenal sebagai Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta cabang Ambon (IKIP Jakarta Cabang Ambon) dengan pimpinan antara lain: H. A. Risakotta, M.A sebagai Dekan Koordinator.
Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perguruan Tinggi No. 161/1977 tertanggal 16 September 1967, terhitung mulai tanggal 1 Januari 1968 IKIP Jakarta Cabang Ambon diintegrasikan kembali ke dalam Universitas Pattimura. Berdasarkan Surat Keputusan Presidium Universitas Pattimura No. 11 Tahun 1969 IKIP Jakarta Cabang Ambon ini dijadikan dua Fakultas yaitu Fakultas Keguruan dengan Dekan Drs. F. F. H. Matrutty dan Fakultas Ilmu Pendidikan dengan Dekan Drs. P. J. Siwabessy. Kemudian, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 73 Tahun 1982 tentang Organisasi Universitas Pattimura dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 1982 tentang penataan fakultas di lingkungan universitas/institusi negeri maka fakultas keguruan dan fakultas ilmu pendidikan disatukan kembali menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang disebut dengan istilah FKIP UNPATTI dengan Dekan Drs. H. M. Soplantila.
Dalam perkembangannya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berkembang menjadi beberapa program studi yaitu:

1. Program Studi Pendidikan Fisika
2. Program Studi Pendidikan Matematika
3. Program Studi Pendidikan Biologi
4. Program Studi Pendidikan Kimia
5. Program Studi Pendidikan Geografi
6. Program Studi pendidikan Ekonomi
7. Program Studi Pendidikan Sejarah
8. Program Studi PKN
9. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia
10. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris
11. Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman
12. Program Studi Pendidikan Luar Sekolah
13. Program Studi Pendidikan Bimbingan Konseling
14. Program Studi PENJASKESREK
15. Program Studi PGSD

Sesuai dengan SK Dirjen Pendidikan Tinggi No 105/DIKTI/Kep/1984 tanggal 21 Agustus 1984, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris secara structural berada dibwah koordinasi Jurusan Bahasa dan Seni, FKIP-Unpatti.
Pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris total jumlah dosennya adalah 21 orang dimana 15 dosen diantaranya aktif mengajar saat ini. Saya adalah salah satu dari 15 dosen yang aktif mengajar saat ini. Sementara 6 orang dosen sedang menjalani pendidikan doctoral. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris saat ini baru dilengkapi dengan 2 orang dosen lulusan Doktoral dan selebihnya adalah Dosen lulusan Magister.
Sejak kerusuhan yang melanda provinsi Maluku di tahun 1999-2004, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris mengalami banyak kemunduran di berbagai aspek termasuk mutu pembelajaran dan lulusan. Seluruh fasilitas pembelajaran yang meliputi ruang kuliah, buku, laboratorium dan fasilitas penunjang lainnya terbakar. Perkuliahan kemudian dialihkan ke kampus PGSD dengan memanfaatkan ruang dan fasilitas yang sangat terbatas. Namun keadaan tersebut tidak berlangsung lama. Tindakan-tindakan konsolidasi mulai dilakukan dari tingkat Universitas sampai ke tingkat Program Studi untuk memperbaiki keadaan.
Sekarang Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris mulai perlahan-lahan terbenahi dengan baik. Perubahan-perubahan kearah perbaikan mutu pembelajaran dan lulusan mulai dilakukan dengan melibatkan stakeholder dalam merancang kurikulum dan fasilitas. Sumber daya diesn juga ditingkatkan lewat studi lanjut dan keikutsertaan dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi (sperti workshop, seminar dan kursus). Fasilitas pembelajaran telah memperhatikan aspek-aspek efisiensi dan efektifitas pembelajaran.
Kedepannya Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris akan melakukan pengembangan-pengembangan yang meliputi pengembangan sumber daya dosen, Jaringan kemitraan, suasana akademik dll dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.